Knowledge Commerce

Knowledge Commerce

Warung Internet makin marak, investasi kecil dengan kemungkinan RoI yang cepat menarik di simak di asosiasi-warnet@itb.ac.id. Keberadaan Warnet & Internet Servis Provider (ISP) di Indonesia menjadi sangat penting bagi jasa di atas Internet seperti media online. Tanpa akses pengguna ke Internet akan matilah jasa di atas Internet. Tapi seperti hal-nya bisnis akses lainnya, ISP & Warnet adalah bisnis dengan profit marginal. Bundling dengan servis lainnya yang akan menghidupi usaha akses secara keseluruhan.

Jasa di atas Internet tidak kalah marak - ketiadaan regulator informasi memarakan media online di Indonesia di samping media cetak & media elektronik. Media online detik.com, astaga!com, satunet dll merebak. Tambah semarak lagi dunia percaturan dengan penetrasi media dibantu rekan pers & penerbitan kampus seperti kampusonline@egroups.com, angkringan@egroups.com yang berbasis rekan mahasiswa. Juga tentu tak terlupakan rekan-rekan AJI yang menambah marak independensi pemberitaan.

Tentunya disini kita masih bicara data, fakta & informasi. Data, fakta & informasi di akui merupakan komodity yang sangat panas (bahkan mungkin paling panas) jika kita melihat maraknya media online. Jelas terlihat di cache server di kampus-kampus akan meletakan media online pada rangking teratas dari halaman web yang paling sering di akses oleh penguna Internet di Indonesia. Hit rate tinggi mendongkrak harga saham media online.

Perdagangan materi dan jasa juga tak kalah menarik di e-commerce, e-bisnis menarik banyak pelaku untuk berkiprah di dalamnya. Lippo-e-net dan institusi setaranya mulai bergerak dengan roadshow-nya untuk membentuk komunitas. Memang belum seramai media online tapi cukup menjanjikan.

Jika diperhatikan dibawah bertumpu pada usaha / bisnis akses di ikuti oleh transaksi materi, data, informasi di atasnya. Dengan logika sederhana, harusnya ada strata transaksi yang lebih tinggi daripada sekedar materi, data, fakta dan informasi. Strata pengetahuan (knowledge) dan terakhir wisdom yang biasanya tidak diperdagangkan secara vulgar. Keduanya merupakan strata yang lebih tinggi daripada sekedar data, fakta & informasi.

Belum banyak memang portal "transaksi" pengetahuan, bentuk transaksi masih tradisional seperti dilakukan konsultan seperti mckinsey.com, ac.dom, forrester.com. Atau secara akademis formal seperti pendidikan jarak jauh yang juga saat ini masih dilakukan secara konvensional. Platform internet berbasis teknologi informasi memungkinkan percepatan transaksi informasi & pengetahuan - platform ini harusnya mengubah paradigma proses pemberdayaan pembelajaran pengetahuan yang selama ini di anut. Cepat atau lambat disintermediasi akan terjadi pada badan akreditasi & audit perantara sehingga proses akreditasi & audit akan langsung oleh masyarakat. Evaluasi akreditasi audit pengetahuan seseorang akan dilihat dari kemampuan seseorang secara transparant oleh masyarakat luas dibantu oleh media elektronik, secara sederhana transaksi domain pengetahuan implisit, eksplisit di platform berbasis internet akhirnya akan memungkinkan proses audit masyarakat terhadap performance seseorang dilakukan dengan mudah. Konsep ijazah, akreditasi, ujian negara menjadi kabur - perlukah itu semua? Dalam platform e-millenium yang memungkinkan society audit terjadi?

Knowledge commerce menjadi komoditi yang panas pada saat disintermediasi badan akreditasi & audit terjadi dan keberadaan jumlah besar massa orang pandai di platform informasi yang memungkinkan society audit terjadi. Knowledge management akan menjadi portal utama dalam domain knowledge commerce; berbeda dengan portal media online yang kita kenal belakangan ini. Portal knowledge management harus mampu mengolah transaksi pengetahuan implisit antar manusia melalui media interaksi seperti mailing list, mengolah pengetahuan eksplisit berbentuk dokumen, hasil penelitian, tulisan yang terintegrasi dalam perpustakaan digital, dan yang terakhir pengetahuan yang potensial dalam bentuk hasil-hasil analisis terhadap data mentah maupun berbagai informasi yang tersebar. Cikal bakal knowledge commerce sebetulnya telah tampak di Indonesia seperti yang dilakukan oleh team digital library ITB dipimpin Ismail Fahmi (digilib@itb.ac.id) yang terkait dalam jaringan 20+ perpustakaan, juga inisiatif knowledge management yang didukung oleh Yayasan Litbang Telekomunikasi Indonesia (YLTI).


Oleh : Dr. Onno W Purbo - Praktisi Teknologi Informasi.

0 Response to "Knowledge Commerce"

Followers