Sejarah dan Evolusi SAP ABAP dan Tantangan untuk Menguasainya

Sejarah dan Evolusi SAP ABAP dan Tantangan untuk Menguasainya

Apakah ABAP ?

ABAP (Advance Business Application Programming) adalah bahasa pemrograman yang dibuat oleh SAP untuk digunakan dalam pengembangan aplikasi komersial di linkungan sistem SAP.

Proses pengembangan menggunakan ABAP akhir-akhir ini mengalami evolusi dan dapat dijelaskan sebagai berikut:
• Pada masa-masa awal SAP berdiri (1970an), ABAP singkatan dari bahasa jerman "Algemeiner Berichts-Aufbereitu ngs Prozessor" yang artinya dalam bahasa inggris: "Generic report generation processor". ABAP pada masa ini masih diimplementasikan menggunakan bahas macro assembler yang berjalan di system R/2 dan pada umumnya diperuntukan untuk membuat report.
• Pada pertengahan tahun 1980 an, ABAP menjadi bahasa penerjemah (Interpreter language). Dan hal tersebut menjadi bagian dari system R/2, yang sangat berguna digunakan untuk mebuat program aplikasi bisnis yang menggunakan program dialog-controlled transaction.
• Awal tahun 1990an SAP R/3 lahir, dan ABAP menjadi ABAP/4 atau Advance Business Application Programming, sebuah pemrograman generasi ke 4 (4GL). Jauh dari hanya sekedar "add on" di sistem R/3, ABAP/4 sekarang sudah menjadi dasar teknis dan software untuk keseluruhan sistem SAP. Sebagai bagian dari sistem "core" nya yang dibuat dengan bahasa C, semua modul aplikasi dan komponen sistem basis R/3 bahkan "development environtment" sudah dibuat menggunakan bahasa ABAP/4.
• Pada penghujung tahun 1990an, lahir ABAP extention yang dikenal dengan ABAP Objects. Sejak saat itu nama ABAP digunakan tanpa menggunakan "/4". ABAP Objects adalah ekstensi program berorientasi object (OOP) yang mengimplementasikan semua konsep-konsep penting
dari paradigm pemrograman berorientasi object ini seperti: encapsulation, inheritance dan polymorphism.
• Pada awal 2000an, program ABAP sudah dibuat Unicode-compatible untuk mengoptimalkan dukungan internasionalisasi sistem SAP.
• Dengen memposisikan platform teknologi SAP yang baru yang dikenal dengan nama "SAP Netweaver", ABAP menjadi pemrograman "interface" dari SAP Netweaver Application Server atau ABAP AS, yang mana menggantikan versi awal dari sistem basis SAP yang dikenal lebih dahulu yaitu SAP Web Application Server atau SAP WAS. ABAP AS adalah infrastruktur yang sangat efisien, tangguh dan dapat dikembangkan (scalable ) dan tersedia didalam SAP Netweaver bersama-sama dengan versi JAVA AS.

Kedua versi tersebut masing-masing bisa di call satu sama lain sehingga secara default terhubung. Untuk menggunakan ABAP diperlukan sistem SAP Netweaver application server ABAP (ABAP AS). Mempelajari pemrogrman ABAP adalah langkah awal menguasai teknologi sistem SAP yang merupakan software ERP terbesar di dunia. Saat ini tenaga-tenaga ahli yang menjadi konsultan SAP masih terlalu sedikit dengan kebutuhan pasar yang meningkat tiap tahunnya. Sedangkan untuk terjun langsung sangatlah sulit karena keterbatasan sistem untuk
belajar dan berlatih.

Kebutuhan akan tenaga kerja yang menguasai sistem SAP saat ini khususnya untuk proyek-proyek implementasi SAP di Indonesia saat ini masih didominasi dari India atau Negara asia lainnya seperti Cina, Singapura dan Malaysia.

Sebagai professional yang sudah lebih dari 13 tahun berkecimpung di proyek-proyek implementasi SAP saya tergerak untuk berbuat sesuatu, atas dorongan rekan-rekan di Komputer & Teknologi, kami memberanikan diri untuk memperkenalkan belajar teknologi SAP dengan murah meriah.

Dengan dukungan teknologi "alakadarnya" , kami membuka pelatihan ABAP online melalui internet, dan Alhamdulillah saat ini sudah tujuh angkatan dihasilkan, dan beberapa dari lulusan sudah diserap pasar tenaga kerja.

Last but not least, saya menghimbau rekan-rekan di dunia IT Indonesia untuk sama-sama membangun SDM Indonesia dari sisi manapun anda bisa, semoga usaha kita ini diridhai Allah SWT. Amin.

Ditulis oleh Kang Yayan

============ =
Pusat Studi ERP Indonesia
http://www.ERPweave r.com

Konsep Dasar IT Governance

Konsep Dasar IT Governance

IT governance merupakan suatu upaya untuk membangun suatu struktur pengendalian yang bersifat komprehensif yang bertujuan untuk memberikan nilai tambah kepada pemanfaatan teknologi informasi guna mencapai tujuan dari suatu organisasi/institusi. Organisasi/institusi tersebut harus mampu untuk memenuhi syarat-syarat akan kualitas, kehandalan, kelayakan dan keamanan atas informasi yang dimiliki sebagaimana layaknya terhadap sebuah asset. Untuk mencapai tujuan sebagaimana yang diharapkan, suatu sistem informasi haruslah mampu untuk menjamin penyajian informasi yang ditujukan kepada pengguna dengan memenuhi kriteria informasi yang disyaratkan dan terukur melalui indikator-indikator tujuan kunci.

Agar dapat mencapai hal sebagaimana yang diharapkan maka hal tersebut haruslah dilakukan melalui pembentukan dan pelaksanaan suatu sistem proses dan kontrol terbaik yang akan mengarahkan dan memonitor setiap penyajian informasi agar sesuai dengan nilai manfaat dari informasi yang disajikan. Hal tersebut akan sangat dipengaruhi oleh faktor keberhasilan utama yang akan meningkatkan seluruh sumberdaya teknologi informasi melalui indikator kinerja kunci. Informasi yang disajikan haruslah memenuhi kriteria berikut ini :

a. Keefektifan;
b. Efisiensi;
c. Kerahasiaan;
d. Integritas;
e. Ketersediaan;
f. Kepatuhan pada aturan;
g. Kehandalan.

Adapun indikator sasaran kunci yang harus dapat dicapai melalui penyajian informasi yang memadai adalah :

a. Peningkatan kinerja dan efisiensi biaya manajemen;
b. Memperbaiki manfaat yang diberikan oleh investasi dibidang Teknologi informasi;
c. Memperbaiki waktu pelayanan;
d. Meningkatkan kualitas, inovasi, dan manajemen resiko;
e. Menciptakan suatu proses bisnis yang standar dan terintegrasi;
f. Menciptakan layanan masyarakat yang memuaskan;
g. Menjaga ketersediaan bandwith, kinerja komputer dan mekanisme penyajian informasi secara optimal;
h. Memenuhi kebutuhan akan layanan masyarakat yang cepat dengan biaya yang rendah;
i. Peningkatan kepatuan kepada hukum, peraturan, standar dan komitmen;
j. Peningkatan transparansi terhadap resiko yang dihadapi dibandingkan dengan standar resiko yang telah ditetapkan sebelumnya;
k. Peningkatan nilai suatu institusi melalui perbandingan atas tolok ukur keberhasilan pemanfaatan Teknologi Informasi;
l. Penciptaan layanan dan jalur bisnis baru. Sedangkan faktor keberhasilan utama yang menentukan tingkat keberhasilan suatu penyajian informasi adalah :
a. Aktivitas IT Governance merupakan bagian terintegrasi secara menyeluruh dengan upaya proses pengendalian manajemen seluruh institusi;
b. IT Governance berfokus kepada tujuan institusi, inisiatif strategis, penggunaan teknologi informasi untuk peningkatan pelayanan, ketersediaan sumberdaya yang memadai dan kemampuan untuk selalu memenuhi tuntutan tugas yang diberikan;
c. Aktivitas IT Governance dijabarkan dalam suatu tujuan yang jelas, terdokumentasi dan terimplementasi, sesuai dengan kebutuhan institusi dan berdasarkan kepada akuntabilitas yang tinggi;
d. Praktek manajemen diterapkan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan optimalisasi penggunaan sumberdaya dan meningkatakan efektifitas proses teknologi informasi;
e. Praktek organisasi diterapkan untuk mewujudkan pengawasan yang memadai, suatu lingkungan/budaya pengendalian yang baik, penanganan resiko sebagai suatu praktek yang standar, peningkatan kepatuhan pada standar, monitoring dan tindak lanjutan atas setiap kelemahan dan resiko yang ditemui;
f. Praktek pengendalian ditetapkan secara jelas untuk mencegah kegagalan pengendalian dan pengawasan internal;
g. Terdapat integrasi dan interoperabilitas secara menyeluruh atas proses bisnis dalam teknologi informasi dengan kompleksitas yang tinggi menyangkut masalah, perubahan dan manajemen konfigurasi;
h. Sebuah komite audit dibentuk guna mengawasi dan menunjuk auditor independen, berfokus pada teknologi informasi pada saat penyusunan rencana audit, dan mereview seluruh laporan audit dari auditor dan pihak ketiga lainnya. Dalam rangka pencapaian suatu sistem pengendalian manajemen teknologi informasi yang baik, perlu didukung dengan adanya penetapan standar dan prosedur yang harus dipenuhi dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pengendalian teknologi informasi.

Sumber : Henry Tanjung
Perlukah Sertifikasi di Bidang IT Sekuriti ?

Perlukah Sertifikasi di Bidang IT Sekuriti ?

Sertifikasi di bidang IT sekuriti belum tentu menjamin di terimanya anda dalam suatu pekerjaan tapi yang pasti akan membantu anda meningkatkan posisi dan reputasi anda. Dalam dunia IT, sertifikasi merupakan hal yang bisa penting tapi juga bisa dibilang tidak.Apalah artinya, jika seseorang dapat lulus ujian MCSE tapi tidak dapat tahu bedanya antara Internet Domain dan Windows Domain? Jika mau membuat diri kita berbeda, membutuhkan respek dalam pekerjaan, dan (terus terang) jika mau mendapatkan pendapatan lebih, kita harus berbuat lebih dari pada sekedar mengejar sertifikasi saja. Kita perlu meningkat pengalaman, dedikasi dan kerja keras serta mengikuti perkembangan. Seperti umumnya dimana pun, yang lebih penting dari sertifikasi itu sendiri adalah kemampuan yang sebenarnya dan pengetahuan yang mendasar diberbagai informasi mengenai bidang tersebut. Di bidang IT sekuriti, ada beberapa sertifikasi yang tersedia dan memang bertujuan mendalami hal penting yang disebutkan sebelumnya.

Berbasiskan Produk VS Berbasiskan Industri

Di bidang IT security, sertifikasi terbagi menjadi 2 (dua) tipe umum: berbasiskan produk dan berbasiskan industri. Sertifikasi yang berbasiskan produk membuktikan bahwa anda telah mempelajari (sampai tingkat tertentu) dan cukup memahami suatu produk sehingga berhasil melalui ujian yang dikeluarkan oleh pembuat produk. Sertifikasi jenis ini umumnya tidak menunjukan apakah anda tepat di suatu jabatan tertentu dalam perusahaan atau tidak. Juga belum tentu menjamin bahwa anda dapat menjalankan produk tersebut tanpa hambatan. Kenyataannya, beberapa sertifikasi jenis ini lebih mengarah kepada keuntungan perusahaan produk tertentu karena: dengan makin banyaknya minat terhadap sertifikasi berbasiskan produknya, berarti posisi produknya semakin kuat dan semakin menjadi standar. Tentunya tidak ada salahnya kalau anda mengambil sertifikasi ini, apalagi jika kebetulan anda bekerja pada suatu perusahaan produk tersebut atau perusahaan yang membuat produk tersebut sebagai standar dalam perusahaannya. Hal ini juga belum tentu membuat anda akan mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik, tapi paling tidak anda dapat meningkatkan pengetahuan dan reputasi.

Sertifikasi berbasiskan industri arahnya lebih luas. Sertifikasi jenis ini biasanya lebih di dorong oleh adanya kebutuhan mendalam terhadap suatu standar yang digunakan secara umum di suatu bidang tertentu. Sertifikasi di bidang networking contohnya, tidak menekan pada suatu produk tertentu tetapi lebih kepada kelas dan fungsi dari produk serta konsepnya. Sertifikasi dibidang industri biasanya di perkenalkan oleh organisasi-organisasi yang independent yang berdedikasi dalam menetapkan suatu standar pengetahuan atau dikenal dengan istilah Common Body of Knowledge. Terkadang suatu asosiasi khusus dibentuk untuk mem-fasilitasi ujiannya yang meliputi, pertanyaan-pertanyaan, jangka waktu, format, dan lain-lain. Di samping adanyaa dukungan dari industrinya, organisasi ini pun didukung juga oleh perusahaan yang mempekerjakan orang-orang certified tersebut serta orang-orang itu sendiri. Ambil contoh, sertifikasi �dokter� dan �SH�, banyak persyaratan untuk mendapat sertifikasi tersebut, maupun dalam menyandang sertifikasi tersebut di pekerjaan, seperti adanya kode etik, ikatan dokter/ikatan pengacara dan lain-lain.

Sertifikasi berbasiskan industri menekankan perlunya pengalaman sebelum dapat mengikuti ujian, serta diharuskan untuk terus mengikuti perkembangan di dunia industri tersebut. Sedangkan sertifikasi berbasiskan produk memerlukan pengetahuan tentang suatu produk yang kuat, tanpa mempersoalkan dasar atau sudah diterimanya oleh suatu standar atau belum tentang pengetahuan tersebut. Setiap ujian dari versi baru produk tersebut umumnya memberikan sertifikasi baru.

Beberapa sertifikasi terkenal di bidang IT Sekuriti berbasiskan produk

Checkpoint Certified Security Administrator/Engineer
Anda dapat menjadi seorang Checkpoint Certified Security Administrator (CCSA). CCSA mengerti produk firewall dari Checkpoint yaitu FireWall-1 dan dapat melakukan instalasi serta men-set-up konfigurasi sederhana. Untuk menjadi certified, tinggal mengikuti pelatihan dari Checkpoint yaitu �Introduction to FireWall-1 Management� serta ujiannya. Anda juga harus mempunyai pengetahuan dibidang Unix atau Windows, teknologi jaringan, komunikasi internet, dan TCP/IP. Sertifikasi ini disertai dengan akses gratis ke Checkpoint technical support staff untuk 3 kali insiden, plus sebuah CD referensi teknis SecureNet. Setelah itu, anda dapat meneruskan ke tingkat lebih lanjut yaitu CheckPoint Certified Security Engineer (CCSE), yang ditujukan pada engineer yang mengatur beberapa sistem FireWall-1 sekaligus, dengan cara mengikuti pelatihan dari Checkpoint yaitu �Advanced FireWall-1 Management.�. Disini anda akan belajar cara meng-implementasi kebutuhan firewall secara maksimal untuk kelas perusahaan menengah dan besar. Kelulusan disertai dengan tambahan support sebanyak 5 kali insiden dari Checkpoint plus 1 (satu) tahun subscription dari SecureNet. Sertifikasi untuk produk CheckPoint lainnya juga ada, yaitu FloodGate dan Meta IP. Certified professionals diharuskan untuk mengikuti terus ujian-ujian tentang produk baru untuk menghindari disebut sebagai pensiunan karena sudah ketinggalan pengetahuan baru tentang produk tersebut. Lebih lanjut dapat di lihat di http//www.checkpoint.com/services/education/certification.html

Network Associates Certifications
Network Associates (www.nai.com/var/cert.asp) menawarkan NetworkAssociates Certified Professional (NCP) terhadap produk-produk dari NAI untuk partner. Persyaratan sertifikasinya membutuhkan dipenuhinya kelas Partner Services dan testing melalui Sylvan Prometrics. Produk lingkup meliputi PGP, Gauntlet NT, dan CyberCop.

Axent Certifications
Pada bulan Januari 1999, AXENT (www.axent.com/training) mengumumkan program sertifikasi AXENT Enterprise Security Professional (AESP). Sertifikasi ini meliputi semua produknya yang akan di fasilitasi oleh SecureNetwork Consulting (http://www.snc-inc.com/), subsidiari AXENT. Program ini menggunakan scenario keamanan dalam real-world serta solusi hands-on yang meliputi 2 (dua) level:

  • Level 1, Enterprise Security Practitioner�4 (empat) kelas AXENT dan ujian praktek dan tertulis (1-2 hari).
  • Level 2, Enterprise Security Architect�Lulus level 1 (satu), 4 (empat) kelas AXENT, 2 (dua) courses dari vendor sekuriti lain, dan ujian praktek dan tertulis (1-2 hari).

Sayangnya, pada waktu saya mencoba melihat dan mencari di website mereka baru-baru ini; sepertinya belum terdapat perkembangan baru mengenai hal ini (apa masih diteruskan?).

Cisco Certifications
Cisco (www.cisco.com) juga memiliki beberapa sertifikasi untuk produk sekuritinya - yang sayangnya, karena keterbatasan waktu saya belum dapat menuliskan hal tersebut disini.

Beberapa sertifikasi terkenal di bidang IT Sekuriti berbasiskan industri

Certified Information Systems Security Professional (CISSP)
Common Body of Knowledge atau CBK dari keamanan sistem informasi menjadi basis dari International Information Systems Security Certification Consortium, atau ISC2 (http://www.isc2.org/). Standar seperti BS17779 dan ISO7799 menjadi dasar dari CBK. Ujiannya dibuat oleh badan testing professional dan selalu di revisi/diperbaharui sesuai perkembangan di industri IT sekuriti. Untuk menjadi seorang Certified Information Systems Security Professional (CISSP), anda harus lulus ujian yang terdiri dari 250 pertanyaan multiple-choice yang harus diselesaikan dalam waktu 6 (enam) jam! Ujiannya meliputi 10 (sepuluh) dasar dari CBK yaitu:

  • Access Control Systems & Methodology
  • Computer Operations Security
  • Cryptography
  • Application & Systems Development
  • Business Continuity & Disaster Recovery Planning
  • Telecommunications & Network Security
  • Security Architecture & Models
  • Physical Security
  • Security Management Practices
  • Law, Investigations & Ethics

Anda juga harus memiliki pengalaman minimal 3 (tiga) tahun dalam salah satu dasar CBK diatas, belum pernah melakukan tindakan kriminal dan menjunjung tinggi apa yang disebut Code of Ethics. Umumnya yang mengejar sertifikasi ini antara lain adalah auditor IS, konsultan, vendor, penyelidik, dan instruktur yang memerlukan pengetahuan keamanan IS secara lengkap dan menyeluruh serta mengaplikasikan pengetahuan tersebut. Biaya ujiannya US$395 dan dilakukan di seluruh dunia di tempat-tempat asosiasi dan universitas yang bekerja sama dengan ISC2 secara periodic dalam setahun. Re-sertifikasi di haruskan setiap 3 (tiga) tahun yang didapat dengan cara mengikuti kelas-kelas pelatihan secara terus-menerus (continuing) tentang keamanan IS yang total lamanya minimal 120 jam. Saat ini, baru 1 (satu) orang Indonesia yang mempunyai sertifikasi ini.

Certified Information Systems Auditor
Information Systems Audit and Control Association ISACA (www.isaca.org/cert1.htm) mensponsori Certified Information SystemsAuditor (CISA) yang telah ada sejak tahun 1978. Umumnya sertifikasi ini juga di kejar oleh IS auditor, control, dan juga para professional di bidang IT sekuriti. Persyaratannya adalah lulus ujian, mengikuti Code of Professional Ethics dari ISACA dan membuktikan bahwa telah berpengalaman minimal 5 (lima) tahun di bidang IS audit, kontrol atau yang berhubungan dengan IT sekuriti.

Ujian selama 4 (empat) jam yang terdiri dari 200 pertanyaan multiple-choice, dan hanya dilakukan di bulan Juni setiap tahunnya. Ujiannya meliputi: standar-standar dan praktisi dari IT audit; sekuriti dan kontrol; strategi IS, policy, prosedur, dan praktisi manajemen; platform hardware dan software untuk IS; jaringan dan telekomunikasi; data validasi, development, akuisisi, dan maintenance. 25 contoh pertanyaan dapat dicoba di www.isaca.org/examsamp.htm. Juga di butuhkan persyaratan yang mirip CISSP dalam re-sertifikasi dan ditambah iuran tahunan untuk asosiasi.

Certified Internet Webmaster
Tipe ketiga dari sertifikasi ini umumnya sertifikasi yang ditawarkan oleh badan pelatihan. Sebagai contoh adalah Certified Internet Webmaster. Tidak berbasiskan pada produk tertentu dan tidak juga berbasis pada suatu bidang industri tertentu, program Certified Internet Webmaster yang difasilitasi oleh Prosoft Training (www.prosofttraining.com/certification/ciwcertification.htm) ini menawarkan suatu track untuk professional di bidang sekuriti. Sertifikasi ini memerlukan keharusan untuk mengikuti beberapa kelas dan ujian yang dilakukan oleh Sylvan Prometric. Track tersebut tadi menempatkan seorang professional dibidang sekuriti sebagai seorang yang mampu mengimplementasikan security policy, mengidentifikasikan ancaman keamanan, men-develop countermeasures menggunakan sistem firewall dan teknologi attack-recognition, serta bertanggung jawab dalam men-deploy solusi-solusi transaksi e-business dan keamanan pembayaran. Persyaratan sertifikasi yaitu, lulus suatu ujian dasar, lulus ujian internetworking professional, and lulus ujian security professional yang kesemuanya ditentukan oleh badan training tersebut. Sangat disarankan untuk mengikuti kelas dari Prosoft yaitu �Eight days of security-related program� sebelum mengikuti ujian.

Makin luas makin bagus
Pada kenyataannya, pengetahuan dan kemampuan haruslah lebih diperhitungkan dari pada titel diatas kertas, tapi terkadang anda harus memiliki keduanya. Apalagi jika anda adalah seorang auditor atau konsultan. Sebagai seorang professional, sertifikasi yang kita miliki haruslah merefleksikan kemampuan kita yang sebenarnya. Salah satu cara adalah memilih sertifikasi yang menekankan pada pengetahuan suatu industri yang luas dan memerlukan pengalaman dalam jangka tertentu sebagai persyaratan. Dengan demikian, dengan disandangnya sertifikasi tersebut, membuktikan bahwa anda telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut.

Tetapi, kembali lagi semuanya tergantung anda, tulisan ini hanyalah sebagian dari hasil pengalaman dan pencarian saya untuk membantu rekan-rekan di bidang IT sekuriti dalam memutuskan apakah anda memang memerlukan suatu sertifikasi? dan jika ya, sertifikasi apakah yang dapat menunjang pekerjaan dan karir anda?

Sumber : http://www.dudung.net



Pentingnya Audit Sistem Informasi E-Government

Pentingnya Audit Sistem Informasi E-Government

Dengan pemahaman bahwa manajemen TIK di lembaga pemerintahan merupakan suatu hal rumit dan kompleks serta penting bagi layanan publik, maka sudah pasti semua pimpinan lembaga pemerintahan ingin mengetahui kondisi ketatakelolaan TIK yang selama ini telah dilaksanakan di lembaganya. Berikut jurusnya.

Pendahuluan

Kita seringkali sulit untuk dapat menjawab beberapa pertanyaan ini :

1. Apakah aset Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) yang kita miliki sudah dilindungi dengan layak dari risiko kerusakan, kehilangan, kesalahan atau penyalahgunaan ?

2. Apakah informasi yang diolah melalui TIK tersebut sudah dapat kita yakini integritasnya (kelengkapan dan akurasi) ?

3. Apakah solusi TIK yang kita kembangkan sudah dapat mencapai tujuannya dan membantu pencapaian tujuan lembaga kita dengan efektif ?

4. Apakah sumber daya TIK yang kita miliki sudah dimanfaatkan dengan efisien dan bertanggung jawab ?

Definisi Audit Sistem Informasi

Salah satu cara dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas adalah dengan melakukan audit atas solusi TIK yang kita miliki, atau yang lazim disebut dengan Audit Sistem Informasi.

Definisi Audit Sistem Informasi adalah suatu proses pengumpulan dan pengevalusian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai telah dapat :

รผ melindungi aset,

รผ menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data,

รผ menyediakan informasi yang relevan dan handal,

รผ mencapai tujuan organisasi dengan efektif,

รผ menggunakan sumber daya dengan efisien,

Proses Audit Sistem Informasi

Proses audit sistem informasi yang berbasis risiko serta sesuai dengan standar audit dapat digambarkan secara singkat sebagai berikut :

Pada tahap survei pendahuluan, auditor akan berusaha untuk memperoleh gambaran umum dari lingkungan TIK yang akan diaudit. Kemudian dilanjutkan dengan pemahaman yang lebih mendalam dari seluruh sumber daya TIK – infrastruktur, aplikasi, informasi, personil – yang termasuk ke dalam lingkup audit, serta pemahaman atas sistem pengendalian intern TIK yang ada seperti struktur organisasi, kebijakan, prosedur, standar, parameter, dan alat bantu kendali lainnya.

Selanjutnya auditor akan melakukan analisis risiko pendahuluan untuk mengidentifikasi berbagai risiko yang mungkin timbul di lingkungan TIK yang diaudit serta kelayakan rancangan pengendalian intern TIK yang telah ada. Jika rancangan pengendalian intern TIK dipandang memadai maka auditor selanjutnya akan melakukan pengujian dari pelaksanaan kendali-kendali tersebut, namun jika dipandang tidak layak maka auditor akan langsung melakukan pengujian terinci terhadap risiko TIK secara mendalam (dengan jumlah sampel yang cukup besar).

Setelah melakukan pengujian pengendalian intern TIK dan auditor telah memperoleh bukti yang memadai bahwa pengendalian intern TIK telah dilaksanakan sesuai rancangannya maka selanjutnya auditor akan melakukan pengujian terinci atas risiko TIK secara terbatas (dengan jumlah sampel yang terbatas). Namun jika hasil pengujian pengendalian intern TIK menunjukkan bahwa pelaksanaan pengendalian intern TIK tidak sesuai dengan rancangannya maka auditor akan melakukan pengujian terinci risiko TIK secara mendalam.

Bukti-bukti yang diperoleh auditor dari hasil analisis risiko dan rancangan kendali serta pengujian pengendalian intern TIK dan pengujian terinci risiko TIK selanjutnya akan digunakan oleh auditor untuk menyusun laporan audit sistem informasi yang memuat kesimpulan audit beserta tanggapan dari pihak yang diaudit atas rekomendasi yang disampaikan oleh auditor dalam rangka peningkatan pengendalian intern TIK.

Tujuan dan Lingkup Audit Sistem Informasi

Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama dari ketatakelolaan TIK, yaitu :

n Conformance (Kesesuaian) Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu : Confidentiality (Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Availability (Ketersediaan) dan Compliance (Kepatuhan).

n Performance (Kinerja) - Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : Effectiveness (Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).

Lingkup Audit Sistem Informasi pada umumnya difokuskan kepada seluruh sumber daya TIK yang ada, yaitu Aplikasi, Informasi, Infrastruktur dan Personil.

Untuk lebih praktisnya, berikut ini adalah beberapa tujuan audit sistem informasi yang pernah dilakukan, antara lain :

รผ Evaluasi atas kesesuaian (strategic alignment) antara rencana strategis dan rencana tahunan organisasi dengan rencana strategis TIK, rencana tahunan TIK dan rencana proyek/program TIK.

รผ Evaluasi atas kelayakan struktur organisasi TIK, termasuk pemisahan fungsi (segregation of duties) dan kelayakan pelimpahan wewenang dan otoritas (delegation of authority).

รผ Evaluasi atas pengelolaan personil TIK, termasuk perencanaan kebutuhan, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pendidikan, promosi/demosi/mutasi, serta terminasi personil TIK.

รผ Evaluasi atas pengembangan TIK, termasuk analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, implementasi dan migrasi, pelatihan dan dokumentasi TIK, serta manajemen perubahaan.

รผ Evaluasi atas kegiatan operasional TIK, termasuk pengelolaan keamanan dan kinerja pengelolaan pusat data (data center), pengelolaan keamanan dan kinerja jaringan data, dan pengelolaan masalah dan insiden TIK serta dukungan pengguna (helpdesk).

รผ Evaluasi atas kontinuitas layanan TIK, termasuk pengelolaan backup & recovery, pengelolaan prosedur darurat TIK (IT emergency plan), pengelolaan rencana pemulihan layanan TIK (IT recovery plan), serta pengujian rencana kontijensi operasional (business contigency/continuity plan).

รผ Evaluasi atas kualitas pengendalian aplikasi, termasuk pengendalian input, pengendalian proses dan pengendalian output.

รผ Evaluasi atas kualitas data/informasi, termasuk pengujian atas kelengkapan dan akurasi data yang dimasukkan, diproses, dan dihasilkan oleh sistem informasi.

Peranan Audit Sistem Informasi di Lembaga Pemerintahan

Dengan pemahaman bahwa manajemen TIK di lembaga pemerintahan merupakan suatu hal rumit dan kompleks serta penting bagi layanan publik, maka sudah pasti semua pimpinan lembaga pemerintahan ingin mengetahui kondisi ketatakelolaan TIK yang selama ini telah dilaksanakan di lembaganya.

Disinilah peranan Audit Sistem Informasi di dalam suatu lembaga pemerintahan, yaitu untuk memberikan suatu hasil evaluasi yang independen mengenai kesesuaian dan kinerja dari TIK yang ada, apakah sudah dapat melindungi aset TIK, menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data, menyediakan informasi yang relevan dan handal, dan mencapai tujuan organisasi dengan efektif, serta menggunakan sumber daya TIK dengan efisien.

Para pemeriksa dari BPK, BPKP dan Bawasda serta kantor akuntan publik atau konsultan audit yang melakukan audit atas lembaga pemerintahan, diharapkan dapat memberikan suatu hasil evaluasi yang independen atas kesesuaian dan kinerja pengelolaan TIK di lembaga pemerintahan, serta memberikan berbagai rekomendasi yang dapat dengan signifikan meningkatkan ketatakelolaan TIK di lembaga tersebut.

Keterpurukan ketatakelolaan TIK di lembaga pemerintahan saat ini, yang seringkali hanyalah berupa belanja-belanja proyek TIK tanpa kejelasan kesesuaian dan kinerja yang diharapkan, tentunya tidak lepas dari kemampuan para pemeriksa dalam melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi terkait ketatakelolaan TIK serta komitmen dari para pimpinan lembaga dalam menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Audit Sistem Informasi tidak dilaksanakan untuk mencari temuan atau kesalahan, namun untuk memberikan kesimpulan serta merekomendasikan perbaikan yang dapat dilakukan atas pengelolaan TIK.

Manfaat Audit Sistem Informasi di Lembaga Pemerintahan

Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa Audit Sistem Informasi di lembaga pemerintahaan akan dapat memberikan banyak manfaat, antara lain :

รผ Meningkatkan perlindungan atas aset TIK lembaga pemerintahan yang merupakan kekayaan negara, atau dengan kata lain aset milik publik,

รผ Meningkatkan integritas dan ketersediaan sistem dan data yang digunakan oleh lembaga pemerintahan baik dalam kegiatan internal lembaga maupun dalam memberikan layanan publik,

รผ Meningkatkan penyediaan informasi yang relevan dan handal bagi para pemimpin lembaga pemerintahan dalam mengambil keputusan dalam menjalankan layanan publik,

รผ Meningkatkan peranan TIK dalam pencapaian tujuan lembaga pemerintaha dengan efektif, baik itu untuk terkait dengan kebutuhan internal lembaga tersebut, maupun dengan layanan publik yang diberikan oleh lembaga tersebut,

รผ Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya TIK serta efisiensi secara organisasional dan prosedural di lembaga pemerintahan.

Dengan kata lain, Audit Sistem Informasi merupakan suatu komponen dan proses yang penting bagi lembaga pemerintahan dalam upayanya untuk memberikan jaminan yang memadai kepada publik atas pemanfaatan TIK yang telah dilaksanakan oleh lembaga pemerintahan.

Referensi

n Standar Audit Sistem Informasi - Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia (IASII) (www.iasii.or.id)

n Standard for Information System Auditing - Information System Audit and Control Association (ISACA) (www.isaca.org)

n Materi Pelatihan “Information Technology Audit” - Audittindo Education (www.audittindo.co.id)

n IT Audit Curriculum – Internation Organization of Supreme Audit Institution (INTOSAI) Standing Committee on IT Audit (www.intosaiitaudit.org)

n COBIT version 4.1 – Information Technology Governance Institute (ITGI) (www.itgi.org)

Oleh Chandra Yulistia, pakar audit Informasi (Wakil Ketua Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia)

SAP, rumitkah?

SAP, rumitkah?

Jika kita ditanya soal SAP dan kita belum pernah tahu apa itu SAP, pasti jika ada pertanyaan seperti judul di atas jawabannya "rumit". Mengapa? Yang jelas, karena SAP menyediakan banyak functional module belum lagi ada istilah Abaper dan Basis.

Functional module adalah bagian yang memaparkan business process, bagaimana blueprint perusahaan, dan alur transaksi yang digunakan untuk mendukung operasional perusahaan. Modulnya banyak sekali dan tidak menutup kemungkinan dalam satu perusahaan hanya mengimplementasikan beberapa module saja. Biasanya modul utama yang biasa dipakai adalah FICO, MM, PP, dan SD.

Abaper adalah istilah lain dari programmer, jadi orang-orang yang terlibat dalam Abaper minimal pernah menjadi programmer. Uniknya, dalam SAP programmer ada aturannya sendiri. Jadi, sehebat apapun seseorang telah menjadi programmer tetapi dia belum pernah belajar Abaper tidak akan bisa langsung siap pakai untuk meng-handle ABAP.

Basis merupakan persamaan dari engineer yang tugasnya mangatur DB, role user, backup dan lain-lain. Minimal jika kita terjun sebagai Basis harus mengerti maintenance server & database.

Jika sebelumnya kita telah mengetahui business process perusahaan tidak akan menemukan kesulitan untuk menjadi functional module. Mengapa? Karena SAP tidak jauh berbeda dengan aplikasi ERP pada umumnya. Walaupun saat ini SAP menguasai hampir 80% aplikasi ERP baik di dunia maupun Indonesia. Prinsif dasarnya adalah sama, bagaimana scenario business process yang ter-integrated dalam satu company atau mungkin banyak company.

Yang menarik dalam SAP adalah biaya training yang menurut saya sangat menggila. Bayangkan, untuk bisa belajar SAP satu modul saja kita harus merogoh kantong sampai $5000. Dan ini bisa lebih mahal jika kita ingin training Abap & Basis.

Dan yang lebih menarik lagi makin hari makin banyak saja perusahaan-perusahaan yang migrasi ke SAP. Walaupun invest-nya tidak sedikit, makin hari SAP semakin banyak dipakai baik oleh perusahaan-perusahaan besar maupun perusahaan kelas menengah.

Karena semakin banyak perusahaan yang pakai SAP maka akan semakin banyak permintaan tenaga-tenaga yang memiliki skill dibidang ini. Untuk itu tidak mengherankan walaupun biaya training-nya cukup tinggi, SAP tetap diminati untuk dipelajari.

Sumber : Mohammad Mada S
Email : mada.suzamar@yahoo.co.id

Enterprise Resources Planning (ERP)

ERP adalah suatu jargon/sebutan tentang suatu metode pengelolaan semua sumberdaya yang dimiliki suatu lembaga, umumnya digunakan korporat besar seperti TELKOM, Pertamina dan pemerintah suatu negara. Untuk yang terakhir misalnya,
Pemerintah Singapura adalah salah satu yang mengimplementasikannya pada kementerian pertahanan dan angkatan bersenjatanya, Royal Singapore (RS) Air Force, RS Navy dan RS Army. Pengelolaan seperti ini diperlukan untuk mengetahui karakteristik operasional lembaga tersebut agar dicapai efisiensi penggunaan sumberdaya untuk mencapai suatu tujuan. ERP ini mengurusi segala sesuatu mulai dari pusat hingga cabang terkecil, dari dalam hingga lingkar terluar. Misalnya seperti SDM, kontrol keuangan, manajemen material, distribusi, maintenance dan pembiayaan.
Untuk mengetahui bagaimana Sistem ERP dapat membantu Sistem operasi bisnis , perhatikan suatu kasus kecil seperti di bawah ini:
Katakanlah suatu perusahaan menerima order untuk 100 unit Produk A. Sistem ERP akan membantu menghitung jumlah barang yang dapat diproduksi berdasarkan segala keterbatasan sumber daya yang ada saat ini.
Apabila sumber daya tersebut tidak mencukupi, Sistem ERP dapat menghitung berapa lagi sumberdaya yang diperlukan, sekaligus membantu dalam proses pengadaannya. Ketika hendak mendistribusikan hasil produksi, Sistem ERP juga dapat menentukan cara pemuatan dan pengangkutan yang optimal kepada tujuan yang ditentukan pelanggan. Dalam proses ini, tentunya segala aspek yang berhubungan dengan keuangan akan tercatat dalam Sistem ERP tersebut termasuk menghitung berapa biaya produksi dari 100 unit tersebut.
Salah satu aplikasi untuk mengimplementasikan ERP ini adalah SAP. Instance SAP sangat banyak, bahkan hingga ratusan. Penggunaan SAP ini menjamin transparansi dan profesionalisme lembaga. Sistem seperti ini meminimalisir tidak kejahatan korupsi dan manipulasi. Kelemahan SAP ini adalah lambat, rumit dan mahal. Tetapi memiliki fitur yang lengkap sehingga tepat digunakan untuk monitoring.
SAP Instance
Pada implementasinya di suatu perusahaan besar, minimal satu landscape. Sebuah landscape ini bias terdiri dari dua hingga tiga buah system. Satu sistem untuk development, satu lagi untuk quality assurance dan yang terakhir untuk produksi. Real user transaction adanya di production, data dan transaksi disini termasuk penting karena merupakan sesuatu yang fixed sehingga tidak boleh dilakukan eksperimen dan pengujian. Berbeda dengan yang di development dan QA. Apapun yg tidak lolos di QA tidak boleh masuk produsi sebelum diperbaiki dan diuji lagi. Secara umum data produksi sangat rahasia. Satu sistem produksi biasanya lagi terdiri dari satu atau beberapa SAP INSTANCE untuk keperluan load balancing yg berdasarkan departemen (bisa jg group, wilayah, negara, dll).
Ada juga suatu perusahaan menggunakan beberapa lanscape. Tidak jarang satu landscape digunakan beberapa perusahaan (anak perusahaan). Sehingga datanya menjadi terpusat dan pusat manajemen bisa melihat data penting di cabang terluar yang mungkin bahkan di tempat yg sangat jauh , katanlah luar negeri .
Adapun SAP adalah bukan aplikasi utama yang digunakan sebagai solusi. Karena mempunyai lisensi mahal, harus diperhitungkan juga untung rugi, inefisiensi dan biayanya bila akan menggunakan SAP. Adapun aplikasi mirip SAP ini juga bisa dikembangkan sendiri dan disesuaikan dengan kondisi implementatornya. Hal ini memunginkan karena SAP terdiri dari banyak (gabungan) teknologi. Katakanlah basisdata/sistem informasi, web service, sistem terdistribusi, jaringan computer, serta banyak teknologi informasi lainnya. [D]
Keterangan :
instance adalah sekumpulan process (beberapa work process) yang bekerja sama melayani satu host dan port server/services tertentu.
Aplikasi ERP yg opensource dapat didownload disini :
- http://switch.dl.sourceforge.net/sourceforge/compiere/Compiere_300.tar.gz
- http://ufpr.dl.sourceforge.net/sourceforge/compiere/CompiereSybase.zip
Sumber : http://safari-pptik.ugm.ac.id/?p=159




All About SAP / ERP

All About SAP / ERP

Pengenalan SAP

SAP merupakan software yang banyak dipakai diperusahaan besar untuk mendukung integrasi proses bisnis.
Lima tahun terakhir, di perusahaan negara-negara Asia, termasuk Indonesia, sedang gencar-gencarnya mengimplementasikannya. Software buatan Jerman ini telah lama dipakai di perusahaan besar Eropa dan Amerika.
Seperti diberitakan Detik.com beberapa hari lalu, tahun ini, SAP juga menyiapkan paket khusus untuk perusahaan level menengah ke bawah (baca UKM).
Dengan penambahan area supporting SAP, akan menambah pangsa pasar SAP dan juga membuka peluang tenaga kerja bagi dunia IT.
Di Indonesia, banyak perusahaan besar yang telah mengimplementasikan SAP, misalnya Astra International, Toyota Astra Motor, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bentoel Prima, United Tractor, Daihatsu Motor, Pertamina, Aqua, Telkomsel, Auto 2000, Blue Bird dan
masih banyak perusahaan lagi yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Modul yang diimplementasikan tiap perusahaan pun beragam. Ada yang hanya memakai untuk keperluan area tertentu seperti Financial Accounting saja atau Sales and Distributon saja, namun
banyak pula yang mengintegrasikan beberapa modul.
Scope integrasi, harga license tiap user SAP yang relative mahal, biaya consultan yang lumayan dan tingginya ‘kutu loncat’ SDM SAP, menyebabkan tidak semua perusahaan ‘berani’ memakai solusi SAP.
Bagi Anda yang baru di dunia IT, tentu belum banyak mengenalnya. Kami sajikan sekilas pengenalan SAP untuk menambah informasi Anda. Diharapkan setelah membaca materi berikut, Anda dapat mengetahui apa itu SAP, Modul-Modul dalam SAP, Integrasi SAP dan proses bisnis yang bisa dilakukan oleh SAP.

Apa itu SAP ?

SAP (System Application and Product in data processing ) adalah suatu software yang dikembangkan untuk mendukung suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif.
SAP merupakan software Enterprise Resources Planning (ERP), yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
SAP terdiri dari sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan satu dengan yang lainnya.
Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara terintegrasi/terhubung yang satu dengan lainnya.

Modul-Modul di SAP

SAP terdiri dari modul-modul aplikasi sebagai berikut:
o SD-Sales & Distribution: membantu meningkatkan efisiensi kegiatan operasional berkaitan dengan proses pengelolaan customer order (proses sales, shipping dan billing)
o MM-Materials Management: membantu menjalankan proses pembelian (procurement) dan pengelolaan inventory
o PP-Production Planning: membantu proses perencanaan dan kontrol daripada kegiatan produksi (manufacturing) suatu perusahaan.
o QM-Quality Management: membantu men-cek kualitas proses-proses di keseluruhan rantai logistik
o PM-Plant Maintenance: suatu solusi untuk proses administrasi dan perbaikan sistem secara teknis
o HR-Human Resources Management: mengintegrasikan proses-proses HR mulai dari aplikasi pendaftaran, administrasi pegawai, management waktu, pembiayaan untuk perjalanan, sampai ke proses pembayaran gaji pegawai
o FI-Financial Accounting: Mencakup standard accounting cash management (treasury), general ledger dan konsolidasi untuk tujuan financial reporting.
o CO-Controlling: Mencakup cost accounting, mulai dari cost center accounting, cost element accounting, dan analisa profitabilitas
o AM-Asset Management: Membantu pengelolaan atas keseluruhan fixed assets, meliputi proses asset accounting tradisional dan technical assets management, sampai ke investment controlling
o PS-Project System: Mengintegrasikan keseluruhan proses perencanaan project, pengerjaan dan kontrol

Dampak Integrasi

Dengan mengimplementasikan SAP di suatu organisasi akan mengintegrasikan sistem yang berakibat:
Perubahan yang dilakukan pada satu modul secara otomatis akan mengupdate modul yang lainnya bila informasi yang dirubah berkaitan dengan modul tersebut.
Data akan terupdate secara langsung begitu user menginput data ke dalam sistem.
Hal ini yang dikenal dengan istilah “real-time processing”
Integrasi secara sistem bisa terjadi dengan syarat bahwa seluruh perusahaan harus menggunakan satu sumber data yang sama, baik untuk data customer, data product maupun data vendor.
Transparansi data - Semua user yang mempunyai akses ke sistem akan dapat melihat semua informasi yang paling up-to-date setiap saat diperlukan walaupun informasi tersebut di-input oleh user lainpun.

Enterprise Resource Planning (ERP)

Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto adalah aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas.
Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-sistem yaitu sistem Financial, sistem Distribusi, sistem Manufaktur, sistem Maintenance dan sistem Human Resource.
Untuk mengetahui bagaimana sistem ERP dapat membantu sistem operasi bisnis kita, mari kita perhatikan suatu kasus kecil seperti di bawah ini:
Katakanlah kita menerima order untuk 100 unit Produk A.

Sistem ERP akan membantu kita menghitung berapa yang dapat diproduksi berdasarkan segala keterbatasan sumber daya yang ada pada kita saat ini.
Apabila sumber daya tersebut tidak mencukupi, sistem ERP dapat menghitung berapa lagi sumberdaya yang diperlukan, sekaligus membantu kita dalam proses pengadaannya.
Ketika hendak mendistribusikan hasil produksi, sistem ERP juga dapat menentukan cara pemuatan dan pengangkutan yang optimal kepada tujuan yang ditentukan pelanggan.
Dalam proses ini, tentunya segala aspek yang berhubungan dengan keuangan akan tercatat dalam sistem ERP tersebut termasuk menghitung berapa biaya produksi dari 100 unit tersebut.
Dapat kita lihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satu fungsi/bagian sering digunakan oleh fungsi/bagian yang lain. Misalnya daftar produk bisa dipakai oleh bagian pembelian, bagian perbekalan, bagian produksi, bagian gudang, bagian pengangkutan, bagian keuangan dan sebagainya.
Oleh karena itu, unsur 'integrasi' itu sangat penting dan merupakan tantangan besar bagi vendor vendor sistem ERP.
Pada prinsipnya, dengan sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow moving part, dll.), biaya kerugian akibat 'machine fault' dll. Dinegara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving).
Termasuk juga penyedian suku cadang untuk maintenance, jadwal perbaikan (service) untuk mencegah terjadinya machine fault, inventory, dsb.
Bagi industri yang memerlukan efisiensi dan komputerisasi dari segi penjualan, maka ada tambahan bagi konsep ERP yang bernama Sales Force Automation (SFA).
Sistem ini merupakan suatu bagian penting dari suatu rantai pengadaan (Supply Chain) ERP.
Pada dasarnya, Sales yang dilengkapi dengan SFA dapat bekerja lebih efisien karena semua informasi mengenai suatu pelanggan atau
produk yang dipasarkan ada di databasenya.

Khusus untuk industri yang bersifat assemble-to-order atau make-to-order seperti industri pesawat, perkapalan, automobil, truk dan industri berat lainnya, sistem ERP dapat juga dilengkapi dengan Sales Configuration System (SCS).
Dengan SCS, Sales dapat memberikan penawaran serta proposal yang dilengkapi dengan gambar, spesifikasi, harga berdasarkan keinginan/pesanan pelanggan.
Misalnya saja seorang calon pelanggan menelpon untuk mendapatkan tawaran sebuah mobil dengan berbagai kombinasi yang mencakup warna biru, roda racing, mesin V6 dengan spoiler sport dan lain-lain.
Dengan SCS, Sales dapat menberikan harga mobil dengan kombinasi tersebut pada saat itu juga.
Sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yang dianggap 'best practice' proses umum yang paling layak di tiru. Misalnya, bagaimana proses umum yang sebenarnya berlaku untuk pembelian (purchasing), penyusunan stok digudang dan sebagainya.
Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari sistem ERP, makaindustri kita juga haurs mengikuti 'best practice process' (proses umum terbaik) yang berlaku.
Disini banyak timbul masalah dan tantangan bagi industri kita di Indonesia.

Tantangannya misalnya, bagaimana merubah proses kerja kita menjadi sesuai dengan proses kerja yang dihendaki oleh sistem ERP, atau, merubah sistem ERP untuk menyesuaikan proses kerja kita.
Proses penyesuaian itu sering disebut sebagai proses Implementasi.

Jika dalam kegiatan implementasi diperlukan perubahan proses kerja yang cukup mendasar, maka perusahaan ini harus melakukan Business Process Reengineering (BPR) yang dapat memakan waktu berbulan bulan.
Sebagai kesimpulan, sistem ERP adalah paket software yang sangat dibutuhkan untuk mengelola sebuah industri secara efisien dan produktif.
Secara de facto, sistem ERP harus menyentuh segala aspek sumber daya perusahaan yaitu dana, manusia, waktu, material dan kapasitas. Untuk lebih meningkatkan kemapuan Sistem ERP perlu ditambah modul CRM, SRM, PLM dan juga Project Management.
Karena sistem ERP dirancang dengan suatu proses kerja 'best practice', maka hal ini merupakan tantangan implementor ERP untuk melakukan implementasi sistem ERP di suatu perusahaan.

Modul-modul Enterprise Resource Planning (ERP) Systems :
1. Item Master Management (IMM)
2. Bill Of Material (BOM)
3. Demand Management (DM)
4. Sales and Order Management (SOM)
5. Master Production Scheduling (MPS)
6. Material Requirements Planning (MRP)
7. Capacity Requirement Planning
8. Inventory Mangement (INV)
9. Shop Floor Control (SFC)
10. Purchasing Management (PUR)
11. General Ledger (GL)
12. Account Payable (AP)
13. Account Receivable (AR)
14. Cost Control (CO)
15. Financial Reporting (FIR)

Software ERP

Berikut adalah software ERP yang saat ini beredar, baik yang berlisensi bayar maupun open source:
* Dynamics-Axapta
* Compiere
* ORACLE
* JDE
* BAAN
* MFGPro
* Protean
* Magic
* aLTiUs
* SAP
* Onesoft
* IFS
* ELLIPS
* AGRESSO
* INTACS

Sumber : http://gilaforum.com/index.php?topic=2360.0
Mengelola Pemasaran Sebuah Usaha

Mengelola Pemasaran Sebuah Usaha

Sering kita mendengar keluhan dari para pengusaha, bahwa kegiatan usaha barang/jasa yang digeluti mengalami hambatan pemasaran, seperti produk yang dihasilkan tidak terjual sesuai yang diharapkan. Padahal segala upaya telah mereka lakukan seperti membuat promosi dan mendiskon produk dengan tinggi. Namun masih saja penjualannya tidak menggembirakan. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi ?

Sudah tentu kondisi seperti ini akan sangat merugikan mereka. jika saja kondisi seperti ini terus berlangsung sudah tentu pula kegiatan usaha mereka akan mengalami kebangkrutan.
Barangkali mereka terlupa, bahwa pemasaran tidaklah sekedar menjual produk/jasa saja dalam waktu sesaat semata. Akan tetapi masih banyak hal yang perlu diperhatikan dalam memasarkan produk/jasa. Seperti misalnya bagaimana membuat pelanggan merasa terpuaskan oleh produk/jasa. Pernahkah kita mengalami kekecewaan setelah membeli suatu produk ? Yang ternyata produk yang kita beli mutunya rendah, atau pelayanan yang kurang baik ? Bagaimana jika pelanggan mengalami kekecewaan ?

Sering kita mendengar keluhan dari para pengusaha, bahwa kegiatan usaha barang/jasa yang digeluti mengalami hambatan pemasaran, seperti produk yang dihasilkan tidak terjual sesuai yang diharapkan. Padahal segala upaya telah mereka lakukan seperti membuat promosi dan mendiskon produk dengan tinggi. Namun masih saja penjualannya tidak menggembirakan. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi ?

Sudah tentu kondisi seperti ini akan sangat merugikan mereka. jika saja kondisi seperti ini terus berlangsung sudah tentu pula kegiatan usaha mereka akan mengalami kebangkrutan.
Barangkali mereka terlupa, bahwa pemasaran tidaklah sekedar menjual produk/jasa saja dalam waktu sesaat semata. Akan tetapi masih banyak hal yang perlu diperhatikan dalam memasarkan produk/jasa. Seperti misalnya bagaimana membuat pelanggan merasa terpuaskan oleh produk/jasa. Pernahkah kita mengalami kekecewaan setelah membeli suatu produk ? Yang ternyata produk yang kita beli mutunya rendah, atau pelayanan yang kurang baik ? Bagaimana jika pelanggan mengalami kekecewaan ?

Nah pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang semestinya digunakan sebagai pertimbangan ketika hendak mengelola pemasaran usaha.

Pemasaran Berbeda dengan Penjualan

  • Penjualan, orang hanya sekedar menjual barang/jasa yang sudah ada dan bagaimana bisa menjualnya dalam jumlah sebanyak-banyaknya. Kadang menghalalkan segala cara tanpa tanpa memperhatikan kepuasan konsumen/pelanggan
  • Pemasaran selain bertujuan produk laku terjual juga bertujuan memuaskan pelanggan.
  • Pemasaran tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses yang panjang, mulai dari pembuatan produk hingga siapa saja sasaran produk.
  • Mengelola pemasaran sama halnya dengan mengelola kebutuhan dasar pelanggan dengan harapan ada respon balik berupa pembelian yang tidak terbatas waktunya.

Apa yang Dimaksud dengan Pemasaran?

  • Pemasaran adalah strategi (cara) untuk memuaskan konsumen (manusia) mulai dari pembuatan, penyediaan, dan transaksi (jual beli) barang/jasa yang dihasilkan.
  • Melakukan pemasaran berarti bekerja dengan pasar, untuk melihat apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen
  • Pemasaran adalah ibarat arena perang di mana pesaing adalah musuh kita dan konsumen adalah medan yang harus kita menangkan.
  • Pemasaran didasarkan pada kebutuhan dan kepuasan pembeli yang belum terpenuhi, baik yang berhubungan dengan barang, harga, kualitas/mutu dan lain-lain.
  • Bagaimana cara melakukan pemasaran ?

Cara-cara memasarkan produk sangat beragam, antara jenis usaha yang satu dengan yang lainnya. Misalnya, memasarkan produk bagi pedagang keliling akan berbeda dengan pedagang warungan. Akan tetapi secara umum pemasaran dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Fokuskan pada kebutuhan konsumen. Ingat bahwa pemasaran tidak sekedar menjual tetapi juga berawal sejak dari penentuan pembuatan produk.

2. Lakukan promosi secara terus menerus dan terarah

Promosi adalah usaha-usaha untuk mengenalkan barang/jasa kepada masyarakat, dengan harapan dapat tercapai transaksi (jual beli). Cara melakukan promosi:

  • Dari mulut ke mulut. Cara ini merupakan cara yang paling murah, tanpa biaya, hanya mengandalkan kepercayaan pelanggan terhadap kelebihan produk kita (misal : kualitas bagus, harga murah, pelayananramah), maka pelanggan dapat menjadi agen promosi bagi yang lainnya.
  • Menyebarkan Brosur, selebaran, poster, baliho atau gambar . Cara ini memerlukan biaya, namun tidak begitu mahal jika disesuaikan dengan bahan yang akan dipakai. Sudah tentu perlu mempertimbangkan beaya jika memilih cara ini.
  • Media massa dan elektronik (Koran, majalah, radio, TV). Cara ini biasa dipakai untuk promosi bagi usaha-usaha besar, mengingat biaya yang dibutuhkan juga sangat besar. Harus seimbang dengan keuntungan yang didapat dari promosi ini.

3. Berikan diskon (potongan harga) dan hadiah atau bonus bilamana perlu, mengingat adanya pesaing lain. Cara ini kadang cukup efektif meraih pelanggan. Misalnya: Beli barang produk tertentu dapat bonus piring gratis.

4. Perhatikan teknik meraih pelanggan dan mencari pelanggan baru, dengan cara:

  • Pelayanan yang ramah
  • pelihara komunikasi dengan konsumen untuk menjaga hubungan baik dengan konsumen. Pesan yang disampaikan hendaknya menjelaskan manfaat dari produk atau jasa yang ditawarkan.
  • Menjaga mutu barang. Mutu adalah keseluruhan ciri serta sifat produk yang berpengaruh pada kemampuannya memenuhi kebutuhan kepada pembeli/pelanggan. Jadi ukuran pencapaian mutu bergantung berpusat pada pelanggan, yang mana pelanggan punya kebutuhan dan pengharapan tertentu.
  • Informasikan produk secara teratur kepada konsumen/pelanggant. misalnya bila ada produk yang baru

Apa yang Terjadi Jika Pelanggan Tidak Puas ?

Setiap orang adalah pelanggan. Pelanggan adalah setiap orang, unit atau pihak dengan siapa kita bertransaksi, baik langsung maupun tidak langsung dalam penyediaan produk. Jika terjadi ketidakpuasan pelanggan, kemungkinan akan terjadi hal sbb:

  • Pelanggan yang tidak puas berpotensi tidak akan membeli lagi produk
  • Setiap pelanggan yang tidak puas akan menceritakan kepada orang lain yang tidak terbatas jumlahnya.
  • Kerugian waktu usaha, tenaga dan uang yang diperlukan untuk menarik pelanggan baru.
  • Setiap pelanggan yang puas akan menceritakannya kepada orang lain yang tidak terbatas yang berpotensi menjadi pelanggan

Untuk selanjutnya, metode apakah yang akan Anda gunakan dalam memasarkan produk/jasa Anda, semua akan bergantung pada keuletan dan kreativitas Anda.

Selamat mencoba dan sukses.

Penulis: Darmanto, Staff Bagian Infomasi Sekretariat Nasional ASPPUK

Sumber: http://www.asppuk.or.id



4 Prinsip Dasar dalam Pemasaran

4 Prinsip Dasar dalam Pemasaran

Dalam pemasaran terdapat empat prinsip dasar yang terdiri 4 P

  • Product (produk)
  • Price (harga)
  • Place (tempat) -edit = termasuk di dalamnya adalah distribusi.
  • Promotion (promosi)

Metode ini yang dikenal dengan Bauran Pemasaran (Marketing Mix).

Dalam pemasaran terdapat empat prinsip dasar yang terdiri 4 P

  • Product (produk)
  • Price (harga)
  • Place (tempat) -edit = termasuk di dalamnya adalah distribusi.
  • Promotion (promosi)

Metode ini yang dikenal dengan Bauran Pemasaran (Marketing Mix).

Dalam perkembangannya, untuk layanan jasa dikenal juga istilah 7 P dimana 4 P pertama adalah Product, Price, Place, dan Promotion. Untuk 3 P yang selanjutnya adalah Bukti Fisik (Physical Evidence), Proses (Process) dan Orang (People).

Pemasaran lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli pemasaran tergantung lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam membuat kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu.

Pandangan ahli ekonomi terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu, tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran).

Metode pemasaran klasik seperti 4P di atas berlaku juga untuk pemasaran internet, meskipun di internet pemasaran dilakukan dengan banyak metode lain yang sangat sulit diimplementasikan diluar dunia internet.(Diana)

Sumber: http://tips-trik-marketing.blogspot.com



Definisi Pemasaran

Definisi Pemasaran

Philip Kotler defines marketing as ‘satisfying needs and wants through an exchange process’

Inti definisi pemasaran atau marketing adalah MEMUASKAN KEBUTUHAN & KEINGINAN (manusia) melalui proses pertukaran. Artinya Marketing bisa dianggap sebagai sebuah level tertinggi dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia yang paling hakiki.

Philip Kotler defines marketing as ‘satisfying needs and wants through an exchange process’

Inti definisi pemasaran atau marketing adalah MEMUASKAN KEBUTUHAN & KEINGINAN (manusia) melalui proses pertukaran. Artinya Marketing bisa dianggap sebagai sebuah level tertinggi dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia yang paling hakiki.

Pemasaran adalah sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jadi, segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan manusia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.Jadi, marketing adalah sebuah proses seni yang berusaha untuk membuat orang puas (konsumen puas). Jadi tujuan utama bukanlah penjualan itu sendiri (sales oriented) akan tetapi lebih kepada pemenuhan KEBUTUHAN manusia yang paling mendasar. Dengan memahami ini saja, orang-orang yang apatis atau sinis dengan Marketing akan memahami bahwa tujuan marketing sangatlah mulia. Namun mengapa di Indonesia, marketing dianggap rendah? tidak lain karena perilaku beberapa oknum yang tidak mengerti arti penting Marketing itu sendiri. Jadi, jika kita adalah seorang suami maka tugas kita juga sebagai seorang Marketer adalah memuaskan istri, jika kita sebagai karyawan yang bertugas memuaskan bos dan teman sekerja itulah Marketing…sungguh indah…jika semua orang di dunia berusaha untuk memuaskan orang lain bukan?…bukannya malah mencoba MEMUASKAN HASRAT PRIBADI semata…Semoga Sukses! (Diana)

Sumber: http://rumahbisnis.wordpress.com



6 Tips Merancang Web Pemasaran

6 Tips Merancang Web Pemasaran

Website Anda merupakan media dimana anda akan mengarahkan konsumen untuk mempelajari tentang Anda atau perusahaan Anda, dimana Anda akan menjual atau memamerkan pelayanan dan produk Anda. Mengapa tidak Anda gunakan website Anda sebagai kesempatan untuk menhasilkan income dari situs Anda ? ”Kebanyakan web developer sangat memperhitungkan penggunaan layout dan graphic (gambar) agar situs mudah untuk dibaca dan dibuka dengan cepat, hiraukan tentang rumor bahwa web developer dengan animasi grahic flash atau Media-media interaktif itu tidak dapat menjual” kata Robert W Bly.

Kebanyakan Bisnis usaha kecil sangat memperhitungkan penggunaan graphic yang berlebihan, tapi melupakan satu hal yang menjadi prospek penjualan yaitu “Kata-kata”, seorang marketing tahu presentasi yang baik agar terjadinya suatu transaksi jual beli. Di bawah ini ada 6 tips untuk menuliskan dalam penyampaian isi website :
Website Anda merupakan media dimana anda akan mengarahkan konsumen untuk mempelajari tentang Anda atau perusahaan Anda, dimana Anda akan menjual atau memamerkan pelayanan dan produk Anda. Mengapa tidak Anda gunakan website Anda sebagai kesempatan untuk menhasilkan income dari situs Anda ? ”Kebanyakan web developer sangat memperhitungkan penggunaan layout dan graphic (gambar) agar situs mudah untuk dibaca dan dibuka dengan cepat, hiraukan tentang rumor bahwa web developer dengan animasi grahic flash atau Media-media interaktif itu tidak dapat menjual” kata Robert W Bly.

Kebanyakan Bisnis usaha kecil sangat memperhitungkan penggunaan graphic yang berlebihan, tapi melupakan satu hal yang menjadi prospek penjualan yaitu “Kata-kata”, seorang marketing tahu presentasi yang baik agar terjadinya suatu transaksi jual beli. Di bawah ini ada 6 tips untuk menuliskan dalam penyampaian isi website :

1.
Pusatkan Perhatian. Hanya satu hal yang bisa secara konsisten membuat pesan dari bisnis Anda berpengaruh kuat, yaitu sebuah pesan untuk mendapatkan perhatian dan bersifat mendorong. Sebuah Website harus memiliki peluang untuk menghentikan saat pengunjung membaca isi situs dan mengklik wilayah atau link lain di dalam website tersebut.
2.
Apa keuntungan yang Anda tawarkan ? Pikirkan tentang pengunjung website Anda, mengapa mereka kembali ke website Anda ? Kenali yang mereka butuhkan dan pelajari keuntungan yang mereka cari, bayangkan tentang konsumen Anda dan rasakan apa pertanyaan yang ada di pikiran mereka dan apa yang anda rasakan bila menjadi konsumen itu ?
3.
Perbedaan website atau penawaran yang Anda berikan. Pelajari tentang pesaing Anda dan bandingkan apa yang membuat Anda berbeda, modifikasilah beberapa contoh yang telah ada tapi lakukan sesuatu yang bisa membuat lebih menjol dari pesaing Anda.
4.
Nilai dan Profesionalisme. Anda harus membangun sebuah kredibilitas dan kepercayaan karena diluar sana banyak yang palsu alias maya dan banyak bisnis yang menjanjikan suatu hal tapi yang diterima berbeda. Anda harus tahu tentang itu untuk diinformasikan kepada konsumen Anda bila perlu pencegahanya.
5.
Bagaimana Konsumen atau pengunjung menghubungi Anda ? Jangan dilupakan informasi terpenting untuk di tampilkan. Ini juga termasuk seluruh informasi kontak Anda dalam satu tempat atau halaman. Sebuah halaman kontak yang lengkap terdapat alamat, nomor handphone, fax, alamat email, informasi bank (bila diperlukan untuk melakukan transaksi).
6.
Siap dengan panggilan atau jawaban secara langsung. Anda ingin mendapatkan peluang pembelian dari Anda, siapkan sebuah mesin atau email penjawab otomatis yang berisikan pertanyaan-pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh konsumen Anda, seperti informasi rekening, biaya atau harga, atau cara pemesanan dan lama pemesanan sampai di tujuan dan lainnya atau cukup dengan memberi link yang tertuju pada halaman dimana pertanyaan itu terjawab.

Ok, semoga beberapa tips merancang sebuah website ini dapat membantu atau setidaknya dapat menambah wawasan Anda dalam dunia bisnis. Terima kasih.(Diana)

Sumber : http://papaniklan.com


Saatnya Mulai Pencatatan

Saatnya Mulai Pencatatan

Tak sedikit usaha pada skala UKM yang menghadapi kendala usaha disebabkan karena tidak dimilikinya sebuah pencatatan dan pembukuan keuangan. Bahkan ada diantaranya yang sama sekali belum membukukan secara lengkap keuangan usaha. Tanpa disadari, hanya dengan meninggalkan pembukuan karena pebisnis tidak memahami atau dianggap sebagai kegiatan yang merepotkan, sebuah usaha bisa-bisa tidak berkembang.

Salah satu permasalahan nyata juga sering ditemui sebagai akibat alpanya pencatatan keuangan oleh pebisnis. Tepatnya ketika pebisnis berhubungan dengan lembaga keuangan dalam rangka usaha mendapatkan kucuran kredit. Sangat disayangkan sekali, kredit ditolak hanya karena usaha tidak memiliki pencatatan dan pembukuan yang jelas.

Tak sedikit usaha pada skala UKM yang menghadapi kendala usaha disebabkan karena tidak dimilikinya sebuah pencatatan dan pembukuan keuangan. Bahkan ada diantaranya yang sama sekali belum membukukan secara lengkap keuangan usaha. Tanpa disadari, hanya dengan meninggalkan pembukuan karena pebisnis tidak memahami atau dianggap sebagai kegiatan yang merepotkan, sebuah usaha bisa-bisa tidak berkembang.

Salah satu permasalahan nyata juga sering ditemui sebagai akibat alpanya pencatatan keuangan oleh pebisnis. Tepatnya ketika pebisnis berhubungan dengan lembaga keuangan dalam rangka usaha mendapatkan kucuran kredit. Sangat disayangkan sekali, kredit ditolak hanya karena usaha tidak memiliki pencatatan dan pembukuan yang jelas.

Memulai pencatatan dan pembukuan keuangan yang secara modern disebut akuntansi keuangan, bisa dimulai dari cara yang sederhana secara manual. Untuk perusahaan yang belum mampu menyelenggarakan bukti transaksi, cukup menyediakan buku memorial harian sebagai pengganti bukti pembukuan. Selanjutnya dilakukan metode tata buku tunggal atau ganda sesuai dengan kebutuhan neraca awal dan neraca akhir dapat dibuat melalui inventarisasi. Laba kemudian dapat dihitung melalui perbandingan modal awal dan modal akhir disertai penyesuaian.

Selanjutnya pencatatan menggunakan komputer akan lebih membantu karena data akan lebih akurat dan tertata rapi. Agar tak ketinggalan, tentu saja untuk mencapai langkah ini pebisnis tak boleh segan-segan mencari informasi dan pengetahuan.

Tersedia berbagai software akuntansi computer yang bida digunakan kalangan UKM. Dan untuk yang satu ini, tak ada lagi alasan akan terhadang oleh harga modul software akunting yang bisa berharga puluhan juta rupiah. Karena, dengan kejelian mencari informasi, sebenarnya banyak permasalahan bisa dipecahkan. Saat ini tersedia komputerisasi pembukuan yang tak hanya terjangkau bagi perusahaan besar, tapi juga usaha kecil. Bahkan program gratis bisa didapatkan. Salah satunya, GnuCash, sebuah software pembukuan sederhana yang langsung dapat digunakan di Linux bisa diperoleh dengan gratis.

Selain bermasalah dalam hal memulai pembukuan, UKM juga tak jarang yang memiliki kebiasaan mencampuradukkan pencatatan keuangan antara keuangan bisnis dan pribadi. Kebiasaan yang semestinya dihindari. (Diana)

Sumber : http://sentraukm.com



Followers